Suatu hari pukul 19:02 tepat pada tanggal 3 Juli 2018 perempuan malas ini memutuskan untuk menuangkan warna monokromnya kedalam aksara di suatu kertas digital yang baru dikenal, sebut saja dia bapak blog ataupun ibu blog. Perempuan malas ini bukan penulis, bukan juga pengagum senja ataupun hujan, ia hanya pengharap warna-warni yang sering ia sebut pelangi dari berbagai hal dalam kehidupan dengan suatu waktu bisa menuliskan warna mejikhubiniunya dalam kertas digital ini.
Jelas sekali, ia bukan penulis tapi ia memutuskan untuk belajar jadi penulis..
Jelas juga, ia bukan pengagum senja tapi ia berusaha menyukainya untuk menambah warna dalam mejikuhibiniu miliknya.
Sangat jelas sekali, ia bukan pengagum hujan walau setiap hari ia didatangi hujan dalam dirinya.
Pukul 19:13 ia kembali memutuskan untuk menceritakan hal yang sempat ia tulis dalam pikirannya saat dulu. Namun, pukul 19:14 ia kembali berubah pikiran bahwa aksara pertama ini hanya untuk mengenalkan perempuan malas saja. Ya , Merah adalah warna yang menceritakan sikap/sifat egonya yang tak mau mengenal pena. Jingga adalah warna yang menceritakan senja yang sampai ini merupakan calon warna pelengkap dalam warna mejikuhibiniunya (warna ini hanya orang-orang tertentu yang dapat mengenalnya). Kuning adalah warna yang menceritakan bahwa ia memiliki cahaya yang sangat banyak dalam kehidupan. Hijau adalah warna yang menceritakan ia dengan alamnya. Biru merupakan warna kedamaian dalam hatinya. Nila merupakan warna lembut yang mencerminkan sisi lain dalam dirinya. Dan ungu merupakan sisi gelap dalam mencerminkan amarahnya.
Pukul 19:23 sudah datang, perkenalan singkat disuatu malam pun sudah usai. karena sang pemalas ini sedang berwarna merah, tentunya sang warna kuning tak bisa menghampiri dengan cahayanya. Jangan tanya mengapa... karena ini sudah pukul 19:25 waktunya kertas digital ini akan ku tutup sementara. Terimakasih kepada mata dan pikiran kalian yang sudah sibuk membaca aksara tanpa manfaat ini. Salam kenal dari saya pengharap pelangi yang tak akan pernah melupakan warna monokromnya yang pernah ia lalui.
Tasikmalaya, 3 Juli 2018
Gginut
Komentar
Posting Komentar